Wajib Tahu! Komponen Laporan Keuangan Laba Rugi, Neraca dan Arus Kas

Kita semua setuju bahwa laporan keuangan adalah hal penting dan perlu diperhatikan dalam menjalankan sebuah bisnis. Tanpa adanya laporan keuangan, dipastikan bisnis akan berjalan berantakan. Bagaimana bisa Anda mengetahui keuangan perusahaan sehat atau tidak tanpa laporan keuangan? Bagaimana Anda bisa membuat keputusan dan menyusun strategi untuk bisnis tanpa ada laporan keuangan? Perlu diketahui, komponen laporan keuangan harus tersaji lengkap dan jelas.

Setiap laporan keuangan memiliki komponen yang berbeda, namun beberapa saling berkaitan. Untuk mengetahui komponen apa saja yang ada di laporan keuangan laba rugi, neraca, arus kas dan perubahan modal, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Komponen Laporan Keuangan Laba Rugi

Salah satu laporan keuangan dasar yang harus dimiliki perusahaan adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi ini dibuat di setiap periode akuntansi. Anda dapat melihat informasi kinerja keuangan bisnis, apakah dalam periode akuntansi tersebut mendapatkan laba atau profit, atau malah mengalami kerugian.

Dengan begitu, Anda bisa menentukan strategi untuk menaikkan profit, atau bahkan untuk mengetahui penyebab kerugian di periode akuntansi yang bersangkutan.

Komponen laporan keuangan laba rugi terdiri dari:

1. Pendapatan

Komponen yang pertama adalah pendapatan. Tahukah Anda kalau pendapatan (revenue) dan penghasilan (income) memiliki makna berbeda ? Penghasilan yang diperoleh sebuah bisnis dalam periode akuntansi tertentu dapat berbentuk arus kas masuk, peningkatan aset dan kenaikan aset. Penanaman modal tidak termasuk dalam penghasilan. Nah, penghasilan (income) ini meliputi pendapatan (revenue) dan keuntungan (gain).

Pendapatan adalah arus kas masuk bruto yang berasal dari kegiatan bisnis, nilainya belum dikurangi biaya-biaya yang berkaitan dengan pendapatan itu. Pendapatan operasional ini menjadi komponen dalam laba rugi.

Pendapatan dari kegiatan bisnis umumnya diperoleh dari hasil penjualan barang maupun jasa yang berkaitan dengan kegiatan bisnis tersebut (pendapatan operasional). Kalau bukan dari kegiatan normal bisnis, maka disebut pendapatan non-operasi. Contoh pendapatan operasi seperti bunga dan dividen.

Pendapatan bersih merupakan pendapatan kotor (bruto) dari penjualan barang atau jasa, dikurangi dengan potongan harga, retur penjualan dan lain-lain.

2. Beban dan Biaya

Di laporan laba rugi juga terdapat akun beban dan biaya yang merupakan pengeluaran kas. Pengeluaran biasanya digunakan untuk membiayai atau membayar semua kegiatan yang berhubungan dengan bisnis seperti biaya produksi, biaya administrasi, gaji karyawan, pemasaran dan iklan, biaya listrik, biaya depresiasi, biaya pemeliaharaan (maintenance) mesin atau kendaran, dan lain-lain.

3. Pendapatan Lain

Komponen pendapatan lain di laporan laba rugi maksudnya adalah pendapatan atau keuntungan yang diperoleh dari luar kegiatan operasional bisnis (gain). Pendapatan ini bukan dari transaksi yang umum terjadi atau transaksi berulang saat bisnis berjalan. Apa saja contohnya? Pendapatan dari penjualan tanah, selisih kurs, jasa dan giro, dan lain-lain.

Gain pada sebuah bisnis ditujukan dengan meningkatnya ekuitas dari transaksi perusahana selain dari investasi pemegang saham.

4. Beban dan Biaya Lain

Selain pendapatan lain, juga ada beban dan biaya lain di luar kegiatan operasinal bisnis yang mempengaruhi arus kas. Contoh biaya lain di luar usaha adalah biaya administrasi bank, bunga pinjaman, bunga pinjaman leasing, dan lain-lain. Di laporan laba rugi, terdapat informasi kerugian (loss). Contohnya dari biaya penurunan nilai aset (depresiasi), biaya keuangan serta biaya lain dalam kegiatan non operasional bisnis. Anda bisa menyebutnya below EBITDA.

Kalau gain adalah peningkatan ekuitas, maka kalau sebuah bisnis mengalami kerugian (loss) maka kondisinya ekuitasnya menurun tetapi bukan karena pembagian dividen.

Komponen Laporan Keuangan Neraca

Laporan neraca atau biasa disebut juga balance sheet adalah laporan yang menyajikan nilai aktiva dan pasiva sebuah perusahaan pada periode akuntansi tertentu. Nilai pasiva dan aktiva harus seimbang dalam satu periode akuntansi. Kalau tidak seimbang, kondisi keuangan perusahaan bisa kemungkinan tidak sehat. Laporan neraca ini yang akan menunjukkan apakah kondisi finansial perusahaan sehat atau tidak.

1. Aktiva (Aset)

Komponen laporan keuangan laba rugi yang pertama adalah aset. Aset perusahaan diperoleh karena ada transaksi atau kegiatan masa lalu seperti pembelian atau produksi sendiri, yang diharapkan dapat bermanfaat secara ekonomi di masa sekarang dan masa depan.

Ada dua aset berwujud yaitu aset lancar dan aset tetap. Aset lancar contohnya persediaan barang, piutang usaha, investasi dengan tempo jangka pendek, kas di bank dan lain-lain. Kalau aset tetap bisa berupa gedung, tanah, mesin dan peralatan, kendaraan dan lain sebagainya.

2. Kewajiban (Liabilitas)

Kewajiban berdasarkan jangka waktu jatuh temponya terdiri dari kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Kewajiban jangka pendek umumnya memiliki jatuh tempo satu tahun seperti gaji, pajak, utang dagang, wesel tagihan dan lain-lain.

Sedangkan kewajiban jangka panjang memiliki jatuh tempo lebih dari satu tahun seperti obligasi, kewajiban pensiun, dan lain sebagainya.

Kewajiban atau liabilitas adalah utang perusahaan yang muncul karena kegitan operasional dan harus dilunasi sebelum waktu jauh tempo.

3. Ekuitas

Komponen selanjutnya adalah ekuitas atau modal. Ada dua komponen ekuitas yaitu saham yang disetor (kas yang diberikan pemegang saham untuk perusahaan sebagai modal bisnis) dan laba ditahan (laba perusahaan yang tidak dibagikan kepada pemegang saham).

Nilai ekuitas akan bertambah jika investor menambahkan investasinya ke perusahaan, tetapi ekuitas juga bisa mengalami penyusutan kalau investor menarik dana investasinya (prive).

Nilai ekuitas diperoleh dari jumlah aset dikurangi dengan kewajiban perusahaan. Contohnya PT Sehat Makmur memiliki jumlah aset sebesar Rp 500.000.000,- dan total kewajiban yang harus dibayarkan sebesar Rp 100.000.000,-, jadi nilai asetnya adalah Rp 400.000.000,-.

Komponen Laporan Keuangan Arus Kas

Seperti namanya, laporan arus kas menyajikan data dan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar perusahaan pada periode akuntansi tertentu. Periodenya bisa tahunan, bulanan atau kuartal. Komponen laporan keuangan arus kas terdiri dari:

1. Aktivitas Operasi

Komponen arus kas operasi perusahaan terdiri dari pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan umumnya meliputi penjualan tunai, retur pembelian, penerimaan piutang, penerimaan bunga, royalty, dan lain-lain.

Sedangkan pegeluaran termasuk pembelian tunai, retur penjualan, pembayaran utang, pembayaran ke supplier, biaya admin, marketing dan lain-lain.

2. Aktivitas Investasi

Sama seperti aktivitas operasional, aktivitas investasi juga dapat uang masuk dan uang keluar. Contohnya seperti penjualan dan pembelian aktiva tetap, serta pembayaran utang dan piutang pada pembelian dan penjualan aktiva tetap.

3. Aktivitas Pendanaan

Komponen terakhir adalah arus kas dari aktivitas pendanaan. Di laporan arus kas, aktivitas pendanaan ini menunjukkan semua uang yang masuk untuk membantu meningkatkan modal perusahaan. Return untuk investor sebagai penyuntik dana pun juga ditampilkan di laporan ini. Contoh aktivitas pendanaan adalah penerbitan obligasi dan saham (pemasukan), serta pembayaran dividen dan utang obligasi (pengeluaran).

Komponen Laporan Perubahan Modal

Seiring berjalannya bisnis, pasti modal yang ada akan berubah nilainya, entah itu bertambah maupun berkurang. Laporan perubahan modal atau ekuitas memberikan informasi mengenai perubahan modal yang dimiliki perusahaan karena adanya kegiatan operasi pada suatu periode akuntansi.

Perubahan modal dapat mempengaruhi modal saham atau laba ditahan perusahaan. Komponen laporan keuangan perubahan modal terdiri dari:

1. Pendapatan

Biasanya sebelum membuat laporan perubahan modal, akuntan akan membuat laporan laba rugi terlebih dahulu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, laporan laba rugi memiliki komponen pendapatan, keuntungan dan kerugian perusahaan.

2. Modal

Komponen modal dalam laporan perubahan modal terdiri dari modal awal ditambah laba/rugi operasi perusahaan pada periode akuntansi tertentu.

3. Laba Bersih

Laba bersih ini juga diperoleh dari laporan laba rugi, nilainya yaitu laba sebelum pajak (total pendapatan dikurangi total beban dan biaya) dikurangi pajak yang ditanggung.

4. Modal Akhir

Komponen terakhir di laporan perubahan modal yaitu modal akhir, nilainya diperoleh dari laba bersih dikurangi dengan prive.

Dari penjelasan di atas, sekarang Anda sudah mengetahui apa saja komponen tiap laporan keuangan. Pada laporan laba rugi terdapat komponen pendapatan, beban dan biaya, pendapatan lain serta beban dan biaya lain.

Di laporan neraca terdapat aktiva (aset), kewajiban (liabilitas) dan ekuitas. Pada laporan arus kas yang menunjukkan kas keluar dan masuk memiliki komponen berupa aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Sedangkan pada laporan perubahan modal, komponennya terdiri dari pendapatan, modal, laba bersih dan modal akhir.

Pembuatan laporan keuangan secara manual, tentu saja akan menyulitkan Anda karena akan menghabiskan waktu dan rentan terjadi human error. Untuk memudahkan hal tersebut, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti JURNAL yang bisa terintegrasi dengan fungsi bisnis lain seperti manufaktur, distribusi, penjualan, pembelian dan lain-lain.

JURNAL akan memudahkan Anda mencatat, memantau dan membuat laporan keuangan seperti arus kas dan laba rugi perusahaan secara otomatis dan kapan saja tanpa harus menunggu rugi atau negatif.

Pencatatan dan pelaporan manual tentu saja akan memakan banyak waktu dan memiliki peluang besar terjadinya human error. Ini akan menghambat efisiensi dan produktivitas perusahaan Anda.

Anda bisa mencustom software JURNAL sesuai bisnis flow perusahaan. Segera konsultasikan dengan konsultan ahli kami sekarang di link berikut ini https://www.jurnal.id/id/fitur/laporan-keuangan-bisnis/, gratis!